Sabtu, 06 Mei 2017

Perjalanan Panjang Menuju Sahara

Kisah perjalanan kuliner saya di awal bulan Mei, ternyata kembali lagi ke sebuah hotel yang memiliki lampu kristal yang indah. Saya berkunjung lagi ke Swiss-Belhotel Yogyakarta untuk menghadiri Sahara Food Festival. Makanan timur tengah yang mantap jiwa. Sekilas melihat Chef Satrio menata makanan membuat air liur saya tiba-tiba penuh di mulut, kemudian menelan ludah. Saya menikmati pemandangan makanan itu sembari memotretnya satu-persatu, saya menabahkan diri dan perut saya yang mulai memanggil-manggil.


Sebelum memulai berkelana di dunia daging, saya menuju salad-salad yang tertata cantik. Saya mengambil Malfoof lebih tepatnya salad kubis gulung, Swiss-Belhotel memilih kubis ungu. Di negara aslinya salad ini bernama Mahshi Malfouf. Enak dan menyegarkan.



Kemudian mata saya tertuju pada satu hidangan daging (padahal hampir semuanya daging), bernama Tharid. Tharid adalah Bahasa Arab dari Emirati Lamb Stew. Tharid adalah hidangan khas tradisional Arab, yang terbuat dari potongan daging domba, menggunakan kaldu dari domba ditambah potongan sayuran, roti, yang bercampur menjadi satu. Hidangan ini adalah hidangan yang selalu ada ketika bulan Ramadhan di Arab, termasuk salah satu hidangan yang disarankan sehingga sangat popular di negeri asalnya. Lidah saya merasa ini The Best menu malam itu, manis, gurih, sangat rempah, dan pecah, serta empuk daging membuat saya meleleh ketika melahapnya.




Kufteh dari luar nampak seperti bola-bola daging, tapi ada 1 bulatan yang pecah, dan terburailah isinya, seperti nasi. Ternyata benar ketika saya makan memang berupa daging giling yang digunakan sebagai kulit kemudian diberi isian nasi dan digoreng. Iseng-iseng saya baca mengenai kufteh bahwa kufteh adalah bakso yang direbus. Nah kalau digoreng saya menemukan nama lainnya mereka disebut "kal-e gonjeshki". Keduanya dikonsumsi dengan roti atau beras, dan biasanya ditambahkan sayuran. Menurut perkiraan saya karena bakso goreng "kal-e gonjeshki" lebih susah pelafalan dan penulisannya, maka Swiss-Belhotel Yogyakarta memilih nama yang mudah dan universal yaitu Kufteh. Kulit Kufteh renyah, namun lembut di dalam karena berisi nasi, cukup mengenyangkan, dan membuat ketagihan.




Ada pula Kibbeh, Kibbeh atau dikenal pula dengan sebutan kibbe, kubbeh, kebbah atau kubbi (Arabic: كبة‎) adalah makanan sangat khas dari Timur Tengah, yang terbuat dari burghul, bawang bombai cincang, dan daging sapi, kambing, domba, atau unta tanpa lemak yang digiling halus. Kibbeh ini mirip dengan kroket kentang, tapi berisi penuh daging cincang. Kibbeh ini bentuknya lebih besar dibandingkan dengan Kufteh, Kibbeh lebih terasa rempahnya. Kibbeh dianggap pula sebagai makanan nasional di banyak negara Timur Tengah. Jika kemaren saya memakan kibbeh dengan nasi kuning ala Timur Tengah bernama Shirin Pollow. Sebenarnya yang benar Kibbeh disajikan untuk hidangan pembuka. Salah satu bumbu yang unik yang digunakan untuk bumbu daging cincang adalah kacang pinus, yang konon katanya membuat daging keluar rasa gurihnya. 




Aslinya di negara Timur Tengah campuran daging untuk Kibbeh ini adalah bulgur, tetapi agar lebih mudah Swiss-Belhotel menggunakan tepung roti yang mudah didapatkan di Indonesia. Dan bila tidak menyukai daging kambing bisa diganti dengan daging sapi..

Fish Harrah Ikan utuh pedas ketumbar segar dan cabai, sebenarnya jujur saya tidak terlalu suka ikan, tapi saya doyan sushi. Agak aneh memang, maka untuk fish harrah saya mencicip sedikit saja. Dagingnya lembut dan berbumbu sedap sekali. Hanya saja saya tidak mau makan terlalu banyak karena ingin segera berbelok ke makanan manis. 

Saya menuju ke bagian dessert, mengambil piring dan dengan kalapnya mengambil Pistachio Baklava, Halva Brownies, Middle East Chesse Cake, dan manisan. Pistachio Baklava memiliki dasar phillo pastry, 2 lapis kulit pastry di olesi mentega ditumpuk Isian di dalamnya berupa kacang giling yang digulung. Kalau bisa saya mengatakan pistachio baklava sangat manis dan mengandung mentega dalam jumlah banyak. Tidak cocok untuk diet atau orang yang bermasalah dengan gula (Dikontrol jeung hahaha).




Halva Brownies, apa itu halva, dan halva adalah atau pasta tahini panggang. Pasta khas timur tengah dari bahan roti, jangan bayangkan pasta berbetuk mie yaa, hihihi, karena pasta bisa juga pasta kacang dan pasta gigi (mulai gak fokus kwkwkw). Halva ini katanya sangat lengket, sehingga akan membuat brownies menjadi super lembut. Tapi, terbukti sangat lembut,creamy, dan cokelat banget. 

Middle east chesee cake atau chesse cake timur tengah. Cheese cake makanan sejuta umat, makanan hits yang mudah ditemukan di bakery se-Jogja. Chese-cake adalah makanan penutup manis yang terdiri dari satu atau lebih lapisan keju dan krim keju. Jangan tanya rasanya, rasanya pecah dan lumer mer mer mer di mulut.





So ya, masih banyak yang akan saya ceritakan, sampai ketemu di moment makan berikutnya. Makan enak, tetap sehat. Salam damai dan bahagia dari saya. Jangan lupa follow Instagram saya @agata_vera. Add Facebook saya Agata Vera Setianingsih. Boleh memberikan saran dan usul atau pendapat melalui komentar di bawah, bisa Dm di Instagram saya. Saya senang diajak berdiskusi.

1 komentar: